Nah masker yang lagi hits banget sekarang ini yaitu mud mask dan clay mask. Masker yang terbuat dari lumpur dan tanah liat ini banyak banget manfaatnya buat kulit kita, lho. Tapi kamu tahu nggak sih kalau ternyata Mud Mask dan Clay Mask itu berbeda? Selama ini pasti kita menganggap kalau kedua masker ini sama.
Salah satu cara mudah yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan kulit bersih dan sehat adalah dengan rutin menggunakan masker. Sekarang ini, terdapat banyak jenis masker yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan, diantaranya adalah mud mask dan clay mask. Tapi sebenarnya kamu tahu enggak sih perbedaan dari kedua masker wajah ini? Biar enggak salah pilih, cari tahu dulu perbedaan dan manfaat dari kedua masker Mask Terbuat Dari LumpurSesuai dengan namanya, mud mask merupakan masker wajah yang terbuat dari lumpur. Meskipun sekilas terlihat kotor, namun lumpur punya kandungan berbagai mineral yang baik untuk kulit. Produk mud mask dari berbagai brand terkenal biasanya mengambil bahan baku lumpur dari daerah yang memiliki gunung aktif, salah satu yang paling terkenal adalah lumpur dari pegunungan Hawai. Lumpur dari daerah gunung api aktif memang terkenal mengandung lebih banyak mineral sehingga lebih baik untuk kesehatan kulit. Foto Clay Mask Terbuat dari Tanah LiatBerbeda dengan mud mask, clay mask merupakan masker wajah yang terbuat dari tanah liat. Bahan baku tanah liat cenderung lebih mudah dicari daripada lumpur. Karena itu, jarang terdapat brand yang mengklaim suatu daerah tertentu sebagai tempat untuk mencari bahan clay mask yang mereka jual. Foto Manfaat Mud MaskMud mask mengandung berbagai mineral yang bisa memberi banyak manfaat untuk kulit. Sebagai water based mask, mud mask aman digunakan untuk pemilik kulit kering dan sensitif. Penggunaan mud mask juga bisa dilakukan setiap hari dengan jangka waktu antara 20 hingga 30 menit. Mud mask punya sifat hydrating yang bisa memberi kelembapan dan kesegaran pada wajah. Selain itu, masker ini juga berfungsi untuk mencerahkan, melembutkan, dan menjaga elastisitas kulit serta mencegah penuaan dini. Foto Manfaat Clay MaskClay mask punya kemampuan untuk menyerap seluruh kotoran dari pori-pori kulit. Termasuk zat-zat polutan dan minyak berlebih pada wajah. Karena sifat inilah, clay mask lebih cocok dipakai untuk kamu yang punya jenis kulit berminyak. Clay mask sebaiknya dipakai hanya sekitar 10 hingga 15 menit. Jangan gunakan masker ini hingga terlalu keras karena bisa membuat kulitmu jadi ekstra kering. Selain itu, clay mask juga sebaiknya hanya dipakai sebagai deep cleanser setiap satu minggu sekali. Foto ebn/ebn Lorealpure clay mask argile pure (Foto: amazon.com) Clay mask merupakan masker berasal dari abu vulkanik maupun sedimen yang kaya akan mineral, seperti magnesium, kalsium, bersi, silika, dan potasium. Clay mask atau masker lumpurberfungsi untuk mengangkat kotoran pada kulit Anda. Clay mask berfungsi untuk mengangkat minyak berlebih dan cocok kulit berkomedo dan berjerawat. Ilustrasi Masker Wajah. ©2014 - Mungkin Anda sudah pernah mendengar tentang clay mask dan mud mask, bahkan mungkin mengira keduanya adalah produk kecantikan yang sama. Padahal berbeda, lho. Mud mask dan clay mask yang beredar di pasaran memang biasanya menawarkan khasiat yang mirip. Keduanya adalah jenis masker wash-off bilas. Walaupun begitu, bahan utama kedua jenis masker ini berbeda. Khasiat utamanya pun cukup berlainan. Agar tak bingung lagi, berikut ini sajikan perbedaan antara mud mask dan clay mask. Mud Mask © Terbuat dari lumpur berkandungan mineral tinggi Merupakan healing agent Hydrating Baik untuk kulit kering dan sensitif Contoh Produk Freeman Charcoal & Black Sugar Mud Mask Jafra Spa Mud Mask Clay Mask © Terbuat dari tanah liat Merupakan drying/purifying agent Menyerap minyak Baik untuk kulit berminyak dan berjerawat Contoh Produk Innisfree Super Volanic Pore Clay Mask 2X Some By Mi Super Matcha Pore Clean Clay Mask 2 dari 3 halaman Pengertian Clay Mask dan Mud Mask Dilansir Healthline, mud yang bisa diartikan lumpur dalam dunia kecantikan adalah istilah yang digunakan untuk menyebut campuran tanah, mineral, lanau butiran penyusun tanah, dan tanah liat. Bisa dilihat dari tekstur alaminya, mud atau lumpur memiliki kandungan air yang tinggi. Sementara itu, clay yang biasa diartikan tanah liat adalah kandungan mineral spesifik yang di dalamnya terdapat kristal silika dan alumina. Clay adalah drying agent yang bersifat menyerap cairan, termasuk minyak. Mud Mask vs Clay Mask Kenapa Sering Dikira Sama? Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, mud mask dan clay mask memiliki tekstur yang mirip. Beberapa di antaranya bahkan memiliki khasiat yang sejenis. Seperti lumpur Laut Mati yang disebut Healthline bagus untuk kulit berjerawat karena kaya mineral yang mampu melawan bakteri penyebab jerawat. Lalu ada pula kaolin clay yang juga bagus untuk kulit dengan jerawat meradang. 3 dari 3 halaman Mud Mask vs Clay Mask Mana yang Lebih Baik? Lalu mana jenis masker yang paling baik? Keduanya sama-sama bagus, terutama jika digunakan untuk jenis kulit yang tepat. Jika Anda bermasalah dengan kulit berminyak, coba pakai clay mask. Misalnya bentonite mask yang memiliki daya serap terhadap minyak paling baik. Clay mask seperti ini biasanya dipasarkan dengan nama volcanic clay mask. Jika masalah utama Anda adalah kulit kering dan sensitif, tak ada salahnya mencoba mud mask. Pasalnya, mud mask adalah masker berbasis air, jadi bisa memberikan kelembapan yang lebih baik. Demikian hal-hal yang Anda perlu ketahui tentang clay mask dan mud mask. Pilih yang sesuai kebutuhan kulit Anda, ya. [tsr]Baca jugaMengenal Manfaat Ragi untuk Perawatan Kulit, Bantu Tampil Cantik Alami Thekey difference between kaolin and bentonite clay is that the kaolin clay forms as a result of weathering of aluminium silicate minerals such as feldspar whereas the bentonite clay forms from volcanic ash in the presence of water. Kaolin refers to a mineral that is rich with kaolinite. Both kaolinite and bentonite are clay types. And, both these minerals have many different applications - Salah satu cara untuk menjaga kebersihan wajah adalah dengan rutin menggunakan masker. Di antara sekian banyak jenis masker, Mud mask dan clay mask jadi yang paling banyak digemari saat ini. Dua masker yang berasal dari lumpur bumi ini dinilai ampuh untuk membersihkan kulit dari debu, kotoran dan minyak. Sekilas keduanya tampak serupa. Namun ternyata keduanya memiliki perbedaan, lho. Biar nggak salah pakai, yuk simak ulasan berikut! dan warna Dari segi bentuk, keduanya sangat berbeda. Clay mask bertekstur seperti tanah liat, sedangkan mud mask berbentuk lebih cair seperti warna, keduanya sama-sama berwarna abu-abu tua. Tapi jika diperhatikan lebih detail clay mask sebenarnya memiliki warna yang lebih terang dibandingkan mud mask. Baca Juga Lima Makanan Ajaib untuk Kulit Cantikmu Mitos Soal Yoga yang Nggak Perlu Lagi Kamu Percaya 5 Tips Biar Kamu Nggak Stres Pas Kerja Bukan Cuma Buat Kulit, Vitamin E Juga Bermanfaat untuk Rambut Manfaat Clay mask memliki sifat sebagai drying skin agent. Jadi selain mampu untuk mengangkat kotoran dan debu, clay mask juga bermanfaat untuk menyerap minyak berlebih pada wajah, mengencangkan, mengeksfoliasi sel kulit mati, dan mengecilkan dengan clay mask, mud mask bersifat skin healing agent. Fungsi utamanya adalah untuk memperlancar sirkulasi peredaran darah pada kulit, membersihkan kulit dari debu dan kotoran, melembapkan dan menyegarkan kulit, serta membuat kulit menjadi lebih cerah dan lembut. Jenis KulitKarena tekstur yang lebih kering daripada mud mask, clay mask lebih cocok untuk kulit kombinasi, berminyak hingga acne prone skin. Tapi mengingat clay mask merupakan masker yang bukan water based mask, nggak boleh terlalu sering menggunakannya. Cukup aplikasikan 1-2 kali mask terasa lebih light di kulit muka dan lebih hydrating daripada clay mask. Karena itu, mud mask cocok untuk semua jenis kulit terutama kulit kering dan dull skin. Mud mask bisa digunakan sebanyak 2 hingga 3 kali seminggu untuk hasil yang maksimal. HAIRPORT Hair Mud. Hal itu membuat banyak pria dengan rambut tipis yang memilih menjauh dan tidak memakai pomade. HAIR PORT Clay Pomade. Shopee Rp 100,000 Tokopedia Rp 100,000. 4. Sesuaikan dengan Budget. Ilustrasi uang rupiah budget belanja kebutuhan skincare, haircare, dan bodycare (BaliTribunnews.com)
Sering merasa dua masker ini merupakan satu jenis bahan yang sama? Meski serupa, sebenarnya clay mask dan mud mask adalah dua hal yang berbeda. Sesuai namanya, clay berasal dari tanah liat dan mud dari lumpur. Apa saja yang jadi pembeda? Ini perbedaan clay mask dan mud mask agar tidak tertukar. Clay mask, berasal dari tanah liat Foto Bukalapak Masker yang satu ini berasal dari tanah liat yang memiliki sifat drying skin agent, yaitu dapat menyerap minyak berlebih pada wajah. Cocok untuk kamu yang memiliki kulit berminyak. Selain itu, clay mask juga bekerja efektif untuk mengencangkan, mengeksfoliasi sel kulit mati, dan mengecilkan pori-pori. Nutrisi dari masker berbahan dasar clay dapat diserap oleh kulit ketika diaplikasikan pada wajah. Tekstur dan warna clay mask menyerupai tanah liat Kalau diperhatikan lebih jeli, tekstur dan warna clay mask berbeda dengan mud mask. Clay mask warnanya lebih cokelat cenderung abu-abu yang menyerupai tanah liat pada umumnya. Cara pemakaian clay mask, jangan didiamkan sampai pecah karena membuat kulit kering Kamu pakai clay mask dengan didiamkan sampai kering, bahkan terlihat pecah-pecah? Sebaiknya mulai hindari karena itu adalah cara yang salah. Alasannya, formula di dalam clay mask dapat mengangkat minyak berlebih yang bisa membuat kulit kering. Ada tiga fase basah clay mask yang harus diperhatikan. Pertama, fase basah ketika clay mask baru diaplikasikan pada wajah untuk beberapa menit. Pada tahap ini, kulit menyerap berbagai mineral penting dari clay mask. Ke dua adalah fase awal clay mask mengering, ini adalah saat ketika clay mask membuat peredaran darah pada wajah semakin lancar. Ke tiga adalah fase kering. Ini adalah saatnya masker menyerap kelembapan dari kulitmu yang dapat membuat kulit dehidrasi, kering dan iritasi, bahkan kadang terasa gatal. Jadi, memakai clay mask jangan sampai sangat kering, ya. Mud mask, memperlancar sirkulasi peredaran darah pada kulit Foto Bukalapak Berbeda dengan clay mask yang mengangkat minyak, mud mask justru merupakan produk water-based yang memiliki sifat hydrating sehingga cocok untuk kamu yang memiliki kulit kering. Kandungan air dan mineral dalam mud mask menjadikan masker ini ampuh meningkatkan sirkulasi darah dalam kulit, membersihkan sisa kotoran yang menempel, melembapkan, mencerahkan dan menjadikan kulit muka lebih lembut serta kenyal. Dibandingkan dengan clay mask, mud mask terasa lebih light di kulit muka. Masker yang terbuat dari lumpur ini termasuk ke dalam kategori skin healing agent. Tidak hanya itu, masker ini juga memperbaiki jaringan kulit sehingga dapat meningkatkan elastisitas kulit dan membuat tampilan kulit menjadi lebih muda. Tekstur dan warna mud mask yang lebih cair Mud mask atau yang lebih dikenal dengan masker lumpur memiliki warna abu-abu tua. Kalau dilihat dari warnanya, sekilas mud mask hampir sama dengan clay mask. Namun dari bentuknya, keduanya sangat berbeda. Mud mask berbentuk lebih cair seperti lumpur, sementara clay mask bertekstur seperti tanah liat. Cara pemakaian mud mask, oleskan tipis-tipis Bersihkan wajah dengan sabun dan toner. Kemudian oleskan produk tipis-tipis pada seluruh permukaan wajah menggunakan jari atau kuas masker, diamkan hingga mengering selama 20 hingga 30 menit. Bilas masker menggunakan air hangat atau handuk basah untuk mengangkat sisa masker pada wajah. Gunakan mud mask sebanyak 2 hingga 3 kali seminggu untuk hasil yang maksimal. Jadi, mau pakai clay mask atau mud mask?
Jikakamu memiliki kulit yang cenderung berjerawat, jenis masker seperti clay mask, sheet mask, exfoliating mask, dan mud mask cocok untuk kamu gunakan dalam perawatan wajahmu. Nah, kalau kamu penasaran produk face mask apa saja yang cocok untuk kulit berjerawat, berikut daftarnya di bawah ini. 1. Whitelab Mugwort Pore Clarifying Face Treatment.

May 4th, 2019 Jangan Sampai Salah Beli, Ini Bedanya Pomade dan Clay Pilih pomade atau clay? Mungkin ada beberapa di antara kamu yang belum tahu bedanya pomade dan clay dan masih bingung saat harus memilih salah satu di antara keduanya. Bahkan mungkin ada juga yang masih beranggapan bahwa keduanya sama saja. Sama-sama produk styling rambut tanpa ada perbedaan yang cukup berarti. Meski sama-sama produk styling rambut, pomade dan clay memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Perbedaan antara keduanya akan semakin terlihat saat mulai diaplikasikan. Jadi agar kamu tidak salah beli, ada baiknya untuk lebih memahami perbedaan antara keduanya. Pomade Dalam sebuah acara formal, pilihan untuk tampil keren rasanya lebih terbatas. Bukan hanya soal pilihan pakaiannya saja, gaya rambut yang cocok diaplikasikan juga relatif lebih sedikit. Setidaknya ada satu hal yang harus diperhatikan. Karena ini adalah acara formal, penampilan harus terlihat rapi. Pomade adalah produk styling rambut yang dibuat untuk momen-momen seperti ini. Saat kamu ingin menata rambut agar terlihat lebih sleek, lembab dan rapi, inilah produk yang bisa kamu pilih. Sepintas efek kilau yang ditimbulkan memang mirip dengan minyak rambut biasa. Namun berbeda dengan minyak rambut, pomade juga bisa mempertahankan tatanan rambut untuk waktu yang cukup lama. Ini jugalah yang menjadi bedanya pomade dan clay. Pemakaian pomade sendiri memang lebih sering dijumpai pada acara-acara formal. Misalnya saja seperti acara red carpet yang dihadiri oleh selebritis Hollywood dengan setelan jas rapi. Banyak di antara mereka yang menggunakan pomade untuk menunjang penampilannya. Selain itu, pomade juga cocok untuk para profesional. Gaya rambut yang bisa cocok dipadukan dengan pomade cukup beragam. Namun secara umum, produk styling rambut ini lebih cocok untuk gaya rambut klasik. Misalnya saja seperti gaya rambut slick back dan undercut. Meski demikian, pomade juga bisa digunakan untuk gaya rambut lainnya, seperti pompadour dan quiff. Pomade juga bisa dibagi menjadi 2 jenis, yakni oil-based pomade dan water-based pomade. Sesuai dengan namanya, perbedaan antara keduanya terletak pada bahan dasar yang digunakan. Jika oil-based pomade menggunakan minyak sebagai bahan dasarnya, water-based pomade menggunakan air. Karena perbedaan bahan dasar, karakter antara keduanya juga berbeda. Oil-based pomade akan terlihat berminyak yang diaplikasikan, lengket, berat dan susah untuk dibersihkan. Di sisi lain, water-based pomade cenderung lebih mudah dibersihkan namun susah untuk ditata ulang. Meski demikian, sekarang ada produk pomade yang mampu menyatukan kelebihan dari kedua jenis pomade tersebut sekaligus mengeliminasi kekurangannya. Semua itu bisa kamu dapatkan di Tezzen Alpha. Tezzen Alpha ini memiliki karakter mirip seperti oil-based pomade yang terkenal kuat dan mudah ditata ulang namun tetap mudah dibersihkan seperti water-based pomade. Selain Tezzen Alpha, ada juga Tezzen Bravo yang memiliki keunggulan serupa. Clay Jika pomade adalah produk styling rambut klasik, maka clay bisa disebut sebagai produk styling modern. Dalam industri styling rambut, clay memang masih terbilang baru. Namun karena keunggulan yang dimilikinya, tidak butuh waktu lama bagi produk styling yang satu ini untuk meraup popularitas, khususnya di kalangan para pria. Sesuai dengan namanya, clay memang berbahan dasar tanah liat. Hanya saja, tanah liat yang dimaksud di sini bukan tanah liat yang biasa digunakan untuk membuat kerajinan tangan. Bahan tanah liat yang sering digunakan untuk clay rambut adalah Bentonite. Karena berbahan dasar tanah liat, clay ini terlihat seperti pasta dan lengket. Karakter umum dari clay memang lengket. Namun selain itu, clay rambut juga memiliki tekstur kesat, sedikit susah diratakan dan dapat memberi volume pada rambut. Saat berbicara soal bedanya pomade dan clay, satu perbedaan yang paling menonjol bisa ditemukan pada efek kilaunya. Kalau pomade mampu memberi efek kilau, lembab dan sleek, clay justru memberi efek sebaliknya. Rambut yang ditata dengan clay akan terlihat mate dan natural. Karena itulah produk styling rambut ini cocok untuk gaya rambut yang sedikit messy. Kalau ingin rambutmu terlihat lebih alami tanpa kilau, clay bisa jadi pilihan yang tepat. Banyak gaya rambut yang cocok diaplikasikan dengan produk styling yang satu ini. Misalnya saja seperti gaya rambut pompadour dan quiff. Gaya rambut lain, termasuk gaya rambut klasik juga cocok diaplikasikan dengan clay. Meski sukses menuai popularitas dalam waktu yang cukup singkat, clay memiliki beberapa kekurangan, terlebih jika diadu dengan pomade. Penggunaan tanah liat sebagai bahan dasar clay membuatnya sulit untuk dibersihkan. Setidaknya butuh 2 sampai 3 kali keramas untuk menghilangkannya dengan sempurna. Tapi beda lagi ceritanya kalau kamu menggunakan Tezzen Charlie. Berbeda dengan clay pada umumnya, Tezzen Charlie sangat mudah dibersihkan. Bahkan kamu bisa membersihkannya cukup dengan sekali keramas. Selain itu, produk styling rambut ini mengandung activated charcoal dan mampu mendetoks rambut dan polusi dan kotoran. Selain Tezzen Charlie, ada juga Tezzen Delta yang memiliki keunggulan serupa. Kesimpulan Sekarang tentu kamu jadi lebih tahu soal bedanya pomade dan clay. Apapun pilihanmu nanti, sesuaikan saja dengan selera. Kalau ingin tampil rapi dan formal, kamu bisa pilih pomade seperti Tezzen Alpha dan Bravo. Tapi kalau ingin rambutmu terlihat lebih natural, ada clay Tezzen Charlie dan Delta.

. 283 285 69 317 357 246 23 268

perbedaan hair mud dan clay