TERJEMAHKANsetiap kata yang ada dalam latihan. Gunakan kamus. Jika Antum masih menemui kesulitan, bisa Antum tanyakan di kolom komentar yang ada di bagian bawah setiap latihan yang saya buat.
JAKARTA - Saat ada imam yang mengawali bacaan surat setelah Al-Fatihah dengan ayat pertama surat Al Baqarah, tidak jarang ada makmum yang kaget atau sedikit mengeluh mendengarnya. Atau mungkin juga saat gerakan rukuk tidak kunjung terjadi meski imam sudah membaca surat hingga lima menit lebih. Pengalaman-pengalaman ini sepertinya yang membuat orang bertanya tentang aturan Islam terkait bacaan surat setelah Al-Fatihah. Bagaimana anjuran Nabi SAW terkait ini? Dilansir dari Islamweb, para ulama menyebut membaca beberapa bagian atau ayat dari Alquran setelah Al-Fatihah dalam dua rakaat pertama adalah sunnah dan tidak wajib. Pandangan ini sesuai dengan hadist Nabi yang artinya Dari Abu Hurairah RA dengan dia yang mengatakan, โ€œMembaca surat Al-Fatihah di setiap rakaat sholat adalah wajib. Bacaan yang kami dengarkan dari Rasulullah, kami buat kamu mendengarkannya. Dan apa yang dia baca dalam diam, kami juga membacanya dengan tenang dan kami tidak membacanya dengan keras. Dan barang siapa membaca Ummu Alquran Al-Fatihah, maka cukup baginya untuk sahnya sholat, dan orang yang menambahkannya membaca beberapa ayat Alquran lainnya bersama dengan Surat Al-Fatihah, maka ini lebih baik.โ€ HR. Ahmad dan Muslim. Membaca satu ayat saja setelah bacaan Al-Fatihah disebut ulama adalah dibolehkan. Imam Ahmad mencontohkan satu ayat yang bisa dibaca saat sholat seperti dalam surat Al-Baqarah ayat 282 dan ayat kursi atau Al-Baqarah ayat 255. Apabila seseorang memang ingin membaca satu ayat saja setelah Al-Fatihah, para ulama menganjurkan agar ayat tersebut harus memiliki arti. Tidak dianjurkan juga membaca ayat yang tidak bisa diartikan jika hanya dibaca satu ayat tanpa ayat lain. Seperti ayat ู…ูุฏู’ู‡ูŽุงู…ู‘ูŽุชูŽุงู†ู, pada surat Ar-Rahman ayat 64. Dari pembahasan di atas, diketahui banyaknya jumlah ayat ditentukan dari banyaknya jumlah kata atau huruf dalam satu ayat. Membaca surat setelah Al-Fatihah juga menjadi hal yang sunnah. Namun, jika memang ingin membaca satu ayat saja setelah Al-Fatihah, bisa membaca ayat-ayat yang direkomendasikan ulama seperti Al-Baqarah ayat 255 atau dengan ayat kursi. BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini Membacasurat Al-Khafi baik satu surat penuh atau sepuluh ayat pertama di malam Jumat juga memiliki keistimewaan. โ€œBarang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dirinya dan Kaโ€™bah.โ€ HR. Ad-Darmini 3470 dan disahihkan al-Albani dalam Shahihul Jamiโ€™ no. 6471.
Jakarta - Dalam sehari umat muslim melakukan salat fardhu atau salat wajib sebanyak lima kali dengan jumlah raka'at sebanyak 17. Dalam salat, surah Al-Fatihah itu hukumnya wajib dibaca karena bagian dari rukun qauli. Rukun qauli ucapan terdiri dari takbiratul ihram pada permulaan salat, membaca surah Al-Fatihah pada setiap raka'at, membaca tahiyyat, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan mengucapkan salam pada akhir salat. 5 Manfaat Membaca Surat Yusuf bagi Ibu Hamil, Bisa Menenangkan Hati Wajib Tahu, Manfaat Berpuasa di Bulan Ramadan untuk Tubuh Ramadan Sebentar Lagi, Ikuti 5 Tips Sehat untuk Berbuka Puasa Ini Jadi, hal tersebut membuat Al-Fatihah wajib dibaca pada setiap raka'at salat yang dilakukan. Membaca surah lainnya dalam Al-Qur'an dianjurkan setelah membaca Al-Fatihah, anjuran tersebut dikhususkan untuk raka'at pertama dan Video Pilihan di Bawah IniSatu hal yang dirindukan imigran Muslim di AS termasuk dari Indonesia adalah suara adzan dari masjid, mengingatkan sholat dan buka puasa saat Ramadan. Tapi di Minneapolis, Minnesota suara adzan kini terdengar, berkat dukungan pemda bagi umat Islam ya...1. Surah Thiwal Al-MufashalIlustrasi Kitab Al Qurโ€™an Credit raka'at pertama dan kedua diwajibkan membaca surah Al-Fatihah dan satu surah lainnya. Sedangkan, pada raka'at selanjutnya hanya membaca surah Al-Fatihah. Yang termasuk di dalamnya ialah salat dzuhur, ashar, magrib, dan isya itu yang disunnahkan pada dua raka'at pertama itu membaca surah Al-Fatihah dan surah lainnya. Seorang Syaikh Mushthafa Bugha menjelaskan di dalam Fiqhul Manhaji bahwa disunnahkan membaca surah thiwal al-mufashal atau surah-surah yang panjang dalam salat Subuh dan Dzuhur. Maka dari itu, sebagai umat muslim dapat membaca surah-surah seperti Al-Hujurat, Ar-Rahman dan Surah Awshat Al-MufashalIlustrasi Muslimah Menunaikan Sholat Credit salat Ashar dan Isya juga dijelaskan bahwa disunnahkan membaca surah Awshat Al-mufashal, yaitu surat yang tidak terlalu panjang dan juga tidak terlalu pendek. Surah yang jumlah ayatnya sedang saja ini meliputi surah Asy-Syams, Al-Lail dan sebagainya. Pada salat Ashar dan Isya ini waktu salat pun cenderung cukup lama sehingga Anda bisa membaca surah yang tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek ini. 3. Surah Qashar Al-MufashalWarga Saudi dan ekspatriat melakukan sholat "Al Fajr" di Masjidil Haram di kota suci Mekkah 18/10/2020. Salat di Masjidil Haram ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat untuk mengantisipasi penularan virus, seperti pemakaian masker dan menjaga jarak fisik. AFP/STRSementara pada salat Magrib waktunya cukup singkat jaraknya dengan salat Isya. Maka dari itu, disunnahkan untuk membaca surah-surah Qashar Al-mufashal yang merupakan surah-surah dengan jumlah ayat yang pendek atau sedikit. Surah-surah ini terdapat dalam juz 30 yang terdiri dari surah Al-Ikhlas, An-Nas, Al-Falaq, dan sebagainya. Namun, tak jarang juga yang tetap membaca surah yang tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek dengan tetap memperhatikan waktu yang ada. 4. HR Muslim 4/184Ilustrasi Berdoa Credit tetapi, surah-surah thiwal Al-mufashal yang dibaca pada salat Subuh dan Dzuhur itu dapat disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang terjadi, jika melakukan salat secara berjama'ah. Perlu diperhatikan apabila terdapat makmum yang sedang bekerja atau bahkan orang lanjut usia, sebaiknya imam menyesuaikan hal tersebut dengan memiih surah yang lebih pendek agar tidak memberatkan makmum. Rasulullah bersabda dalam HR Muslim, "Jika salah seorang di antara kamu salat bersama orang-orang atau mengimami salat, hendaklah ia meringankan bacaan, karena di antara mereka itu ada yang lemah, orang yang sakit dan orang yang sudah tua. Tetapi jika ia salat sendirian, hendaklah ia memanjangkan bacaan menurut kehendaknya.โ€ Oleh karena itu, imam dapat melihat makmumnya terlebih dahulu sebelum memulai salat. Penulis Gerda Faradila Politeknik Negeri Media Kreatif* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Salahsatu cara untuk mengetahui arti dari ayat yang kita baca adalah dengan membaca terjemah Al Quran. Sebagian orang lancar atau sedang mendalami bahasa selain bahasa Indonesia. Mushaf Quran Madinah menerbitkan dalam bentuk terjemahan dalam bahasa selain Indonesia. Yang ada stok saat tulisan ini ditulis adalah Bahasa Cina, Inggris dan Perancis.

Kita sering mendengar imam dalam salat jamaah membaca al-Quran dalam satu surat terbalik urutannya atau berbeda surat pada rakaat pertama dan kedua. Bagaimana hukum hal tersebut? Pada dasarnya sunnah Rasulullah saw dalam membaca surat al-Qurโ€™an ketika menjadi imam sungguh sangat berbeda dengan yang selama ini sudah menjadi kebiasaan di tengah umat Islam. Perbedaan tersebut terdapat dalam beberapa hal. Pertama, Rasulullah saw jarang sekali membaca ayat-ayat al-Quran yang sangat pendek. Ketika salat subuh misalnya, beliau biasa membaca surat Qaf pada rakaat pertama dan surat ar-Rum pada rakaat kedua. Beliau juga terkadang membaca surat at-Takwir untuk rakaat pertama dan al-Zilzalah untuk rakaat kedua HR Ahmad. Hanya dalam kondisi perjalanan safar saja beliau membaca surat pendek seperti al-Falaq dan an-Nas. Dalam salat zuhur demikian juga. Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim menerangkan hal tersebut ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูู‰ ุณูŽุนููŠุฏู ุงู„ู’ุฎูุฏู’ุฑูู‰ูู‘ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ุธูู‘ู‡ู’ุฑู ุชูู‚ูŽุงู…ู ููŽูŠูŽุฐู’ู‡ูŽุจู ุงู„ุฐูŽู‘ุงู‡ูุจู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุจูŽู‚ููŠุนู ููŽูŠูŽู‚ู’ุถูู‰ ุญูŽุงุฌูŽุชูŽู‡ู ุซูู…ูŽู‘ ูŠูŽุชูŽูˆูŽุถูŽู‘ุฃู ุซูู…ูŽู‘ ูŠูŽุฃู’ุชูู‰ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ููู‰ ุงู„ุฑูŽู‘ูƒู’ุนูŽุฉู ุงู„ุฃููˆู„ูŽู‰ ู…ูู…ูŽู‘ุง ูŠูุทูŽูˆูู‘ู„ูู‡ูŽุง [ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…] Artinya โ€œDari Abu Said al-Khudriy, ia berkata suatu ketika salat zuhur ditunaikan, lalu seseorang pergi ke perkampungan Baqiโ€™ dan ia melaksanakan aktivitasnya di sana, kemudian ia berwudlu lalu mendatangi jamaah salat dan Rasulullah Saw. yang menjadi imam masih berada pada rakaat pertama karena saking panjangnya apa yang beliau bacaโ€. [HR. Muslim] Perbedaan kedua adalah Rasulullah saw tidak pernah membaca surat secara sepotong-sepotong. Dalam keterangan hadis-hadis ditemukan bahwa Rasulullah saw selalu membaca ayat secara sempurna, baik diselesaikan dalam satu rakaat, ataupun dibagi ke dalam dua rakaat. Dalam salat Maghrib misalnya, beliau membaca surat al-Aโ€™raf dalam dua rakaat, atau ath-Thur dan al-Mursalat atau membaca al-Muโ€™awwidzatain al-Falaq dan al-Nas [Ibnu al-Qayyim, Zadul Maโ€™ad, vol. I, hal. 205, Sayyid Sabiq, vol. I, hal. 183]. Namun demikian, apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw tersebut bukanlah suatu kewajiban yang juga harus dilakukan oleh umatnya. Dalam kaedah ushul fikih disebutkan ู…ูุฌูŽุฑูŽู‘ุฏู ุงู„ู’ููุนู’ู„ู ู„ูŽุง ูŠููููŠู’ุฏู ุงู„ู’ูˆูุฌููˆู’ุจูŽ Artinya โ€œPerbuatan Nabi semata yang tidak diiringi oleh indikasi lain tidak menunjukkan kewajiban.โ€ Yang diperintahkan dan menjadi kewajiban hanyalah membaca suratnya saja, bukan panjangnya bacaan atau kesesuaian dengan contoh dari Nabi saw. Dalam al-Quran disebutkan ููŽุงู‚ู’ุฑูŽุกููˆุง ู…ูŽุง ุชูŽูŠูŽุณูŽู‘ุฑูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขูŽู†ู [ุงู„ู…ุฒู…ู‘ู„ุŒ 73 20] Artinya โ€œโ€ฆkarena itu bacalah apa yang mudah bagimu dari Al Qurโ€™an.โ€ [QS. al-Muzzammil 73 20] Namun, bagi para imam yang ingin menegakkan sunnah Rasulullah saw serta dengan mempertimbangkan kenyamanan jamaah dengan bacaan panjang, maka tentu mengikuti sunnah Rasulullah saw adalah lebih utama. Berkenaan dengan membaca ayat tidak berdasarkan urutan dalam rakaat pertama dan rakaat kedua, kami berpandangan hal tersebut tidaklah dilarang, karena tidak ada nash yang secara tegas melarangnya. Namun kami berpandangan bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang mafdhul-tidak utama kebalikan dari afdhal karena tidak sesuai dengan sunah Nabi saw. Dengan demikian kami berpandangan sebaiknya tidak dilakukan. Wallahu aโ€™lam bish-shawab. Sumber Majalah Suara Muhammadiyah, 2010 Hits 4816 Ataumembaca beberapa ayat dari surat yang panjang pada rokaโ€™at pertama lalu membaca surat yang pendek pada rokaโ€™at kedua ?โ€ Jawaban : โ€œ Dianjurkan membaca surat secara sempurna (utuh) pada satu rokaโ€™at kemudian membaca surat lainnya secara sempurna (utuh) yang lebih pendek pada rokaโ€™at kedua. Walaupun surat yang dibaca tidak berurutan. Surat yang Disunnahkan Dibaca Dalam Shalat Lima Waktu Al-Fatihah termasuk surat yang wajib dibaca dalam shalat karena bagian dari rukun qawli. Al-Fatihah wajib dibaca pada masing-masing rakaโ€™at shalat. Hal ini berbeda dengan surat selain al-Fatihah. Membaca surat selain al-Fatihah dianjurkan setelah membaca surat al-Fatihah. Anjuran ini dikhususkan setiap dua rakaat pertama kalau shalat dzuhur, ashar, magrib, dan isya, maka yang disunnahkan hanya pada dua rakaat pertama, baik dalam shalat berjamaah ataupun shalat Mushthafa Bugha dalam Fiqhul Manhaji menjelaskan, disunnahkan membaca surat thiwal al-mufashal surat-surat panjang ketika shalat subuh dan dzuhur. Di antara surat yang tergolong thiwal al-mufashal adalah surat al-Hujurat, al-Rahman, dan lain-lain. Sementara shalat ashar dan isya dianjurkan membaca surat awshat al-mufashal, yaitu surat yang tidak terlalu panjang dan juga tidak terlalu pendek, seperti surat al-Syams, al-Lail, dan pada shalat magrib disunnahkan membaca surat qashar al-mufashal, yaitu surat-surat pendek yang terdapat dalam juz 30, seperti surat al-Ikhlas, al-Nas, al-Falaq, dan lain-lain. Dalam shalat magrib dianjurkan membaca ayat-ayat pendek karena waktunya sangatlah digarisbawahi, meskipun dalam shalat shubuh dan dzuhur dianjurkan membaca surat panjang, namun bagi imam yang memimpin shalat berjamaah perlu juga melihat situasi dan keadaaan makmum. Kalau di belakangnya banyak pekerja dan orang tua, alangkah baiknya dia tidak melamakan shalat supaya tidak memberatkan pernah bersabda, โ€œJika salah seorang di antara kamu shalat bersama orang-orang atau mengimami shalat, hendaklah ia meringankan bacaan, karena di antara mereka itu ada yang lemah, orang yang sakit dan orang yang sudah tua. Tetapi jika ia shalat sendirian, hendaklah ia memanjangkan bacaan menurut kehendaknyaโ€ HR Muslim. Dikutipdari buku Sifat Shalat Nabi karya Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Sebagaimana yang diceritakan oleh Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, "Pada suatu hari Nabi mempercepat sholatnya dalam sholat fajar. (Dalam hadits lain disebutkan: Beliau mengerjakan shalat subuh dengan membaca dua surat Alquran yang paling pendek).

Surat-surat pendek dalam Alquran untuk dibaca saat sholat. Foto dok. sholat fardhu merupakan kewajiban bagi umat Islam. Dalam mengerjakan sholat, kita diperintahkan untuk membaca bcaaan sholat sesuai dengan tuntunan, termasuk bacaan surat-surat pendek dalam Alquran. Berikut ini adalah sederet surat-surat pendek dalam Alquran yang dapat Anda baca saat menunaikan sholat wajib Pendek untuk Bacaan Sholat FardhuSholat merupakan amalan utama yang dihisab di hari perhitungan nanti. Maka dari itu, kita sebagai hamba Allah sudah semestinya memperhatikan kesempurnaan sholat yang kita tunaikan sehari-hari. Hal ini perlu dilakukan agar perhitungan amalan kita di akhirat nanti dapat mendekatkan kita kepada surga yang kita sholat wajib maupun sholat sunnah yang kita kerjakan, kita dianjurkan untuk membaca surat-surat pendek setelah membaca surat Al Fatihah. Anjuran membaca surat pendek pilihan ini disebutkan dalam buku berjudul Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq yang disusun oleh Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi 201988 yang menyebutkan bahwa membaca surat Al-Qur`an setelah Al Fatihah disunnahkan bagi orang yang shalat untuk membaca satu surat atau sebagian ayat-ayat dalam itu, terdapat pula hadist yang menyebutkan anjuran membaca surat-surat pendek setelah membaca surat Al Fatihah. berikut ini hadis yang membahas anjuran membaca surat-surat pendek pilihanูˆุฅู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฒูุฏู’ ุนู„ูŽู‰ ุฃูู…ูู‘ ุงู„ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุฃุฌู’ุฒูŽุฃูŽุชู’ ูˆุฅู†ู’ ุฒูุฏู’ุชูŽ ููŽู‡ูˆ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒArtinya โ€œJika engkau tidak menambah selain surah Al-Fatihah, maka itu boleh. Adapun jika engkau menambah lebih dari itu, maka itu lebih baik.โ€ HR. Bukhari, no. 772 dan Muslim, no. 396.Sunnah ini tentunya sangat dianjurkan untuk dikerjakan agar sholat yang kita tunaikan menjadi sempurna. Berikut ini adalah pilihan surat-surat pendek dalam Alquran yang dapat Anda baca saat sholat wajib yang rutin Anda kerjakan sehari-hariAn-Nas, terdiri dari 6 ayatAl-Falaq, terdiri dari 5 ayatAl-Ikhlas, terdiri dari 4 ayatAl-Lahab, terdiri dari 5 ayatAn-Nashr, terdiri dari 3 ayatAl-Kafirun, terdiri dari 6 ayatAl-Kautsar, terdiri dari 3 ayatAl-Maโ€™un, terdiri dari 7 ayatAl-Quraisy, terdiri dari 4 ayatAl-Fil, terdiri dari 5 ayatAl-Humazah, terdiri dari 9 ayatAl-Ashr, terdiri dari 3 ayatAt-Takatsur, terdiri dari 8 ayatAl-Qariโ€™ah, terdiri dari 11 ayatAl-Adiyat, terdiri dari 11 ayatAl-Zalzalah, terdiri dari 8 ayatAl-Bayyinah, terdiri dari 8 ayatAl-Qadr, terdiri dari 5 ayatAt-Tin, terdiri dari 8 ayatAl-Insyirah, terdiri dari 8 ayatAd-Dhuha, terdiri dari 11 ayatDeretan surat-surat pendek dalam Alquran tersebut dapat Anda jadikan pilihan saat membaca surat pendek setelah bacaan surat Al Fatihah dalam sholat. Semoga kita dapat terus menyempurnakan sholat fardhu kita, agar dapat memperoleh pahala yang berlimpah sehingga ditempatkan di dalam surga yang paling tinggi. DAP

. 262 175 302 326 66 335 236 1

membaca potongan surat dalam shalat